RSS

[Oneshot] Unsuccess Triple Date

31 Mei

.

Unsuccess Triple Date

AU, Romance, Teen

Starring :

Gfriend Sowon (a.k.a Kim Soojung) / Twice Nayeon / Blackpink Jisoo

Seventeen S.Coup (a.k.a Choi Seungcheol) / iKon Bobby (a.k.a Kim Jiwon) / Got7 Jinyoung

.

.

.

Seungcheol tergopoh menghampiri meja kafe di mana Soojung, kekasihnya, tengah mengaduk ice lemon tea di depannya dengan malas.

“Kukira aku sudah sangat telat, ternyata baru kamu sendiri di sini. Nayeon dan Jisoo belum datang?” Seungcheol menyuarakan kecemasannya saat melihat jam tangannya menunjukkan pukul empat sore lebih dua puluh menit. Terlambat sepuluh menit dari janji keterlambatannya yang dia bilang pada Soojung siang tadi. Dia menyanggupi untuk diajak triple date oleh sang pacar, namun karena ada tugas dosen yang harus dikumpulkan sore ini, Seungcheol minta Soojung berangkat ke kafe lebih dulu dan akan menyusulnya sepuluh menit kemudian.

Setelah mulai bisa bernapas dengan teratur, cowok itu mendaratkan bokong di sebelah Soojung lalu bertanya lagi. “Kamu sudah berapa lama di sini? Janjiannya benar jam empat ‘kan? Maaf deh aku telat dua puluh menit.”

Seungcheol menangkap aura buruk Soojung, terlihat jelas dari sudut bibir sang gadis yang melengkung ke bawah. Seungcheol mulai berasumsi kalau triple date dengan sahabat-sahabat Soojung tidak jadi alias bubar, melihat sampai detik itu Nayeon dan Jisoo tidak menampakkan batang hidungnya.

“Cheol.” Akhirnya Soojung bersuara.

“Hm?” Seungcheol menyahut. Detik selanjutnya dia mendapati Soojung menoleh ke arahnya dengan mimik serius.

“Kalau misalnya mantanmu sama mantanku kedapatan pacaran, menurutmu bagaimana?”

“Ha?” Kening Seungcheol berkerut. Tidak paham dengan pertanyaan Soojung yang tiba-tiba.

Soojung mengulang pertanyaannya lagi. Masih dengan mimik serius. ” Misalnya ada mantan pacarmu pacaran dengan mantan pacarku, katakanlah sama si Joshua, kamu marah tidak? Atau biasa saja?”

Seungcheol lamat-lamat mencoba memahami pertanyaan Soojung. Dia diam sejenak, Soojung juga diam menunggu jawaban.

“Entah, tapi aku rasa biasa saja. ‘Kan kamu bilang mantan pacar, jadi aku sudah tidak berurusan dengan dia dong.”

“Nah ‘kan, aku juga sependapat.”

“Memangnya kenapa kamu tanya begitu?” Seungcheol makin penasaran, sepertinya ada sesuatu terjadi sebelum dia datang.

“Tadi Nayeon dan Jisoo sebenarnya sudah kesini, tapi mereka pergi lagi.”

“Loh? Kenapa?”

“Ternyata pacar mereka berdua itu mantan mereka berdua.”

“Ha? Maksudnya?” Kening Seungcheol berkerut lebih dalam, kali ini dia juga menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Melihat ketidakpahaman kekasihnya, Soojung pun menceritakan kejadian di kafe itu sepuluh menit lalu.

.

.

.

.

.

.

Sejatinya kisah ini dimulai dengan Soojung, Nayeon, dan Jisoo, tiga gadis yang dekat karena kebersamaan mereka selama ospek. Fakta bahwa masing-masing berada di fakultas berbeda, tak membuat ketiganya putus komunikasi seusai ospek. Dari sisi perempuan, mereka menemukan kecocokan satu sama lain, baik dalam hal obrolan maupun sisi feminis lain seperti make up dan belanja. Tak jarang mereka bertiga terlihat pergi shopping bersama.

Dari ketiganya, Soojung yang lebih dulu punya pacar. Choi Seungcheol sefakultas dengan Soojung namun beda jurusan. Dan mereka berpacaran hampir dua semester ini.

Suatu hari Jisoo berkumandang pada dua sahabatnya, kalau mereka bertiga sudah punya pacar semua, harus merayakannya dengan triple date. Nayeon dan Soojung pun menyetujui ide tersebut.

Kira-kira memasuki semester tiga, Nayeon bilang dalam grup chat mereka kalau dia sudah punya pacar, dan bilang kalau pacarnya itu tidak satu kampus dengan mereka. Nayeon menyebutkan lelaki itu bernama Kim Jiwon.

Lalu seminggu kemudian Jisoo juga mengumumkan kalau dirinya sekarang sudah tidak lagi single. Dirinya juga memberitahu kalau pacarnya bukan mahasiswa kampus mereka, dan usianya setahun di atas mereka bernama Park Jinyoung.

Alhasil terjadilah rapat dari ketiganya kapan akan melakukan triple date, karena masing-masing dari mereka perlu menyesuaikan jadwal kuliah, mengingat mereka berada di fakultas berbeda. Maka ketemulah jadwal yang kosong dari mereka semua (termasuk pasangan masing-masing, kecuali Seungcheol yang sudah izin terlambat) di hari Jum’at ini, jam empat sore, di sebuah kafe daerah Hongdae.

Soojung yang diberitahu Seungcheol akan menyusul sepuluh menit dari jam empat, dirinya langsung menghubungi Jisoo, yang gedung fakultasnya paling dekat dengannya. Apalagi kalau bukan mau nebeng. Nebeng mobil pacar Jisoo lebih tepatnya. Dan jam empat tepat ketiganya sudah berada di dalam kafe.

Dalam grup chat mereka, Nayeon bilang kalau menyusul lima menit lagi, karena dia posisi sedang tidak di kampus. Benar saja, lima menit kemudian lonceng pintu kafe berbunyi, diikuti pasangan lelaki-perempuan yang masuk melewati pintu, menghampiri meja panjang di sudut.

Nayeon dan pacarnya, duduk berseberangan dengan Soojung, Jisoo, dan Jinyoung. Kursi kosong yang tersisa berada di seberang Soojung, yang tak lain juga di sebelah Kim Jiwon, pacar Nayeon.

Soojung yang belum mengetahui situasi dan posisi dari keempat orang di sana, memulai sebuah konversasi. “Seungcheol bilang padaku dia terlambat. Kita kalau pesan makan dulu tidak apa-apa. Hallo, salam kenal, aku Kim Soojung.” Dengan ringan Soojung mengulurkan tangan pada cowok bermata sipit di sebelah Nayeon.

“Kim Jiwon.” Gigi kelinci cowok itu terlihat saat menyebutkan namanya. Soojung tersenyum kecil, dalam hati sudah terpikir akan menyebut Nayeon dan Jiwon sebagai bunny couple, karena Nayeon juga mempunyai dua gigi atas yang besar.

Jiwon kemudian bersalaman dengan Park Jinyoung, lalu ketika tangan Jiwon terulur ke arah Jisoo, gadis itu hanya menatap tangan besar itu seraya menghela napas.

“Jangan bertingkah amnesia deh, Kim Jiwon. Kamu pikir aku mau menyentuh tanganmu setelah dua tahun lalu kita putus? Mimpi!”

Semua pasang mata di meja itu otomatis mengarah pada Jisoo.

“Hah? Kalian mantan pacar?” Soojung terkejut, dia bertanya sambil menunjuk Jiwon dan Jisoo.

“Iya Jung, Kim Jiwon ini mantanku dulu. Sewaktu Nayeon bilang kalau pacarnya bernama Kim Jiwon, entah aku punya semacam rasa curiga dan berharap bukan Kim Jiwon ini. Si cowok urakan, playboy, yang bisa bertingkah seenaknya karena merasa semuanya mudah dengan uang. Saranku saja Nay, daripada kamu dimainin perasaannya, lebih baik putusin saja.” Jisoo berujar sambil menatap tajam Jiwon yang membalas tatapannya tak kalah tajam setelah beberapa detik lalu menarik tangannya kembali.

“Seenggaknya ya Jis, Jiwon bukan cowok kaku, tidak posesif, dan tidak pernah main tangan ke perempuan.” Kalimat pembelaan dari mulut Nayeon membuat Jisoo tak habis pikir, begitu juga Soojung. Sementara Jiwon yang dibela merasa senang, dia menampakkan senyum miringnya pada Jisoo. Dan tak ada yang sadar kalau ucapan Nayeon tadi dia ucapkan sambil melirik Jinyoung.

“Dengar tuh, Kim Jisoo. Kamu tidak lebih baik dariku ya, asal kamu tahu. Apa kamu lupa, dulu kamu itu termasuk di daftar cewek gampangan yang mudah dirayu? Makanya kita pacaran.”

‘BRAK!’

Semuanya kaget saat Jinyoung tiba-tiba menggebrak meja. “Tolong ya, Jisoo pacar saya, jangan merendahkan dia meskipun kamu tahu sisi buruknya dan pernah jadi pacarnya.” Jinyoung menekan semua kalimatnya saat berujar dan memandang lurus ke arah Jiwon.

Jiwon mendengus. “Bukannya tadi pacarmu itu ya yang memulai keributan ini? Kalau memang kamu pacarnya, ajarin dia attitude yang benar.”

“Ngaca Kim Jiwon! Tak perlu bahas attitude kalau kamu sendiri juga masih di bawah attitude-nya,” tukas Jisoo belum mau mengalah. “Benar-benar deh Nay, kamu dipaksa dia ‘kan supaya mau pacaran? Jujur saja ke kita.”

Jiwon yang siap akan membalas ucapan sarkas Jisoo sudah lebih dulu dipotong Nayeon. “Jis! Kenapa sih dari tadi kamu bilang aku suruh putus? Kenapa hal-hal yang ada pada Jiwon di matamu jelek semua? Kalau kamu mau aku beritahu ya, yang namanya Park Jinyoung itu malaikat berhati iblis. Kamu belum tahu ‘kan, posesifnya dia bisa menyaingi orang sakit jiwa, lalu kalau sudah marah apa-apa bisa dia banting. Kamu baru sebentar pacaran dengannya, jadi belum tahu itu ‘kan? Makanya aku PUTUS dari dia karena aku sudah lelah.”

Kali ini Soojung histeris, Jisoo dan Jiwon hanya mampu melongo mendengar Nayeon menekan kata ‘putus’nya. “APA NAY?! Ini maksudnya kalian berdua dulu pernah pacaran juga?” tanya Soojung.

“Iya,” jawab Nayeon singkat.

Jinyoung menghela napas panjang setelah Nayeon mengungkap masa lalu mereka berdua, yang berhasil membuat atensi tiga orang tersisa menjadi ke arahnya dan Nayeon.

Jinyoung mulai bersuara, meskipun suaranya tenang, namun maniknya menatap tajam ke arah Nayeon. “Kamu tidak berubah ya, Nay. Masih saja keras kepala, egois, tidak mau instropeksi. Kamu tidak pernah berpikir ‘kan, kenapa dulu aku sampai seperti itu? Kamu itu batu, dibilangin tidak pernah mau. Yang ada membantah aku terus, dan yang ada kita debat mululu. Satu lagi, kamu tidak bisa menghargai aku sebagai pacar kamu. Kalau sekarang aku bilang Jisoo lebih baik dari kamu, hal itu benar. Karena dia bisa menghargai aku sebagai pacarnya.”

Selesai Jinyoung berkata seperti itu, Jisoo mengerjap. Antara takjub dan salah tingkah. Sedangkan Nayeon hanya mendengus.

Di mata Soojung, dia merasa sedang melihat dua kubu yang saling menyerang lewat tatapan mata. Dari yang beberapa menit lalu antara Jisoo dengan Jiwon, kini berganti jadi Nayeon dengan Jinyoung.
Sampai akhirnya Jiwon berujar pada Nayeon, mengajak keluar dari sana, dan langsung dibalas anggukan oleh Nayeon.

“Jung, sori, aku pergi dulu ya. Lain kali kita kalau pergi tidak perlu mengajak pacar deh. Kecuali Seungcheol, aku tidak masalah kalau kamu mengajaknya. Bye.”

Dengan itu, Nayeon dan Jiwon mulai beranjak dari duduk dan melangkah pergi.

Soojung hanya mampu mengangguk singkat dan tersenyum seadanya. Kini hanya dirinya dan pasangan Jisoo-Jinyoung yang tersisa.

“Tidak apa ‘kan kalau jadinya double date?” tanya Jisoo pada Soojung dengan nada tak enak.

“Tidak apa-apa,” sahut Soojung.

Namun hal itu sepertinya tidak berjalan mulus tatkala Jinyoung bersuara dengan fokus pada ponsel di tangannya. “Jisoo, kita harus ke rumah sakit. Hyunjin sudah sadar.”

Satu berita itu berhasil membuat mata Jisoo berbinar. “Benarkah? Syukurlah,” ujar Jisoo dengan kelegaan.

Soojung mengernyit, tidak terlalu paham situasi yang Jinyoung katakan. “Rumah sakit? Siapa yang sakit? Lalu Hyunjin siapa?”

“Hyunjin itu adiknya Jinyoung, Jung. Dua bulan lalu dia kecelakaan, dan selama dua bulan itu dia koma, akhirnya hari ini dia sadar.”

“Soojung,” satu panggilan dari Jinyoung itu membuat Soojung menaikkan alis. “Maaf.”

“Eh? Maaf kenapa?”

“Sepertinya kencan bersamanya ditunda dulu. Aku dan Jisoo harus ke rumah sakit sekarang. Aku minta maaf kalau mengecewakan kalian, dan maaf untuk keributan kami tadi.”

Soojung tersenyum tipis. “Tidak apa-apa kok. Mungkin di lain waktu kita bisa berkumpul lagi. Eh, apa aku juga boleh menjenguk adikmu?”

“Kalau mau menyusul, kamu kesana bersama Seungcheol saja, Jung. Kasihan kalau dia sudah perjalanan kesini tidak ada orang. Nanti aku beritahu ruangannya.” Ini Jisoo yang menjawab.

“Oke.”

Dan dengan demikian, Jisoo dan Jinyoung pun beranjak dari duduk dan melangkah keluar kafe.

Tertinggal seorang diri, Soojung menghela napas setelah mereka ulang kejadian tadi dalam memorinya. Dirinya benar-benar tak habis pikir dengan dua sahabatnya itu.

.

.

.

.

.

“Jadi karena itu kamu bertanya seperti tadi soal mantan-mantan itu?” Seungcheol bertanya, sudah paham maksud Soojung.

Gadis itu mengangguk. Soojung mulai memakan pastanya yang baru saja datang diantar pelayan. Mereka berdua akhirnya memutuskan kencan sendiri sebelum menjenguk adik Jinyoung.

“Kalau dari ceritamu, sepertinya mereka putusnya tidak baik-baik deh. Makanya mereka ribut kalau bertemu lagi.” Seungcheol berasumsi usai meneguk ice latte-nya.

“Aku juga berpikir begitu tadi setelah Jisoo dan Jinyoung pergi.”

Detik berikutnya mereka fokus pada makanan masing-masing. Tidak ada yang bertukar kata selama lima menit ke depan dan Seungcheol memulai konversasi lagi dengan Soojung setelah itu.

“Tapi Jung, ngomong soal mantan, kamu bakal jadi mantan pertamaku lho kalau kita putus. Lalu kalau mantanku pacaran sama mantanmu, sama saja dong kamu nanti kembali dengan si Joshua. Janganlah. Aku tidak sudi kamu balikan dengan cowok brengsek itu.”

Soojung tersedak. Dan buru-buru dia minum.

“Kamu kok sepertinya berharap kita putus?” tukas Soojung sedikit sewot.

“Ha? Ya tidaklah. Aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya mengandaikan ucapanmu tadi soal mantan itu.”

Soojung mengangguk kecil. Dia agaknya paham maksud Seungcheol. Kalau dipikir, dirinya juga tidak mau kalau harus kembali pada Hong Joshua–cowok bule yang memacarinya lantaran kalah taruhan dengan Johnny, teman Joshua yang sesama bule. Dan hubungan Soojung dengan Joshua berakhir di minggu keenam mereka pacaran.

“Kalau dengan Joshua tidak boleh,” ucapan Soojung menggantung, matanya mengerling pada Seungcheol. Sejenak sebuah ide terbersit untuk mengerjai pacarnya itu. “dengan Kak Seokjin boleh dong?”

Tebakan Soojung tepat sasaran. Seungcheol terlihat menghentikan kunyahannya, matanya melirik tajam pada gadis itu setelah nama senior Soojung selama SMA terucap. “Tidak! Tidak boleh! Pokoknya kalau kita putus, kamu hanya boleh kembali pada satu mantan, yaitu aku.”

Soojung terkekeh. “Dasar bucin.”

.

.

.

.

Kkeut

.

.

A/N :

– hai, aku comeback setelah berabad-abad anggurin ini blog. Anyone miss me? / yeu, ngarep banget dikangenin

-bahasaku amburadul, tolong. Kebanyakan main di wattpad sih, jadi kaku banget mau nulis ke gaya bahasaku sendiri. /cuih, sok punya gaya bahasa ae/ Soalnya ini draft pernah aku coba pakein bahasa gahul ala-ala wattpad, niatnya biar pas adu mulutnya 4 orang itu ngena, eh tapi pas aku baca ulang jadinya kek tambah acakadul gitu. Akhirnya aku edit lagi, nggak jadi ngikut2 bahasa anak wattpad. Waks.

-dari jaman kapan aku niat pengen bikin cerita pake cast trio cewek 95line itu, baru kesampaian sekarang.

-hikmah cerita ini, kalo pacaran diawali baik2, maka putusnya juga baik2. /apadeh/

Makasih yang udah mau sempetin baca.

Ddae-ddaengkyu~~

Happiness~~

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Mei 2019 in Beranda, Fanfic, Fiksi

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

2 responses to “[Oneshot] Unsuccess Triple Date

  1. LDS

    4 Juni 2019 at 11:36 am

    BODO AMAT DASAR SEUNGCHEOL BUTJEEEEN
    ini bisa heboh gitu ya. kasian juga si soojung, ga nyangka cowok2 ini punya masa lalu yg ga baik. klo aku ada di posisi nayeon atau jisoo pasti lgsg berkurang drastis kepercayaanku ke si cowoknya bikos teman di atas pacar dongs pernah nyakitin tmnku pasti suatu hari bakal nyakitin aku juga
    tapi knp ya agak aneh gitu aku ngerasa nya. klo mereka baru tau si jiwon dan jinyoung yg dimaksud adlh yg ‘itu’. mereka kan deket, hrsnya sejak dipedekatein sama seorg cowok pasti cewek yg lain pada dikenalin juga sehingga tau mukanya, sehingga pertengkaran kek gini bisa dicegah
    anyways, seungcheol 😍
    keep writing!

    Disukai oleh 1 orang

     
    • Fafa Sasazaki

      4 Juni 2019 at 12:47 pm

      Iya Li, sebenernya aku sendiri pas baca ulang ngerasa ada yg miss gitu. Yang bagian nayeon / jisoo kok pada ngebela cowoknya yg sekarang, krn mrk masing2 msh pnya dendam kesumat sama si mantan. Misalkan yg posisi mantanan cuman jiwon ama jisoo / sebaliknya nay ama jinyoung doang, ada kemungkinan beda cerita lagi yg kamu sebutin itu. Dan mereka mantanan kan udah lama, makanya jisoo ama nay ga ada curiga2 pas nyebut nama pacar mereka skrg di grup chat. (ANGGAP AJA MEREKA GA PERNAH KIRIM FOTO SI COWOK DI GC BIAR SURPRISE. WKAKAKA /pemaksaan)

      Makasih Li udah baca.

      Suka

       

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
kampungmanisku

menjelajah dunia seni tanpa meninggalkan sains

Capricestory

not real-ly beautiful story

CUAPHELDA

Tidak normal tapi spesial

Lumea Viselor

Real dreams take work

MINRENE

okey dokey yo~

Town of Stories

No highway, no skyscraper, just stories

iKON Fanfiction Indonesia

No limits imagination

IFK

Fly high your imagination

tseukiseuka.wordpress.com/

Stealthy Thought at Some Shifted Days

Syndrome Grabber

Get your syndrome between dream and reality; fantasy.

Mahaken Da Pepeldomoon

You can't break a heart that's already broken

Writers' Secrets

We're some badass with classy attitude

thewordseffect.

I have hated words and I have loved them, and I hope I have made them right—Markus Zusak, The Book Thief

%d blogger menyukai ini: